-->

Rabu, 17 Desember 2014

Tugas Kewirausahaan (2)

PERENCANAAN ORGANISASI





Organisasi merupakan setiap bentuk atau system kerjasama yang terdiri dari struktur pembagian kerja dan struktur tata hubungan kerja antara sekelompok orang pemegang posisi yang bekerjasama secara tertentu untuk bersama-sama mencapai tujuan tertentu. Untuk mencapai organisasi yang baik maka perlu direncanakan dengan matang dan bijaksana. Perencanaan adalah proses menentukan bagaimana organisasi dapat mencapai tujuannya, dimana ditujukan pada tindakan yang tepat melalui melalui proses analisa, evaluasi, seleksi diantara kesempatan-kesempatan yang diprediksi terlebih dahulu. Tujuan Perencanaan adalah membentuk usaha yang terkoordinasi dalam organisasi. Adapun Perencanaan Organisasional bertujuan sebagai  tujuan perlindungan (Protective) yang berarti meminimisasikan resiko dengan mengurangi ketidakpastian di sekitar kondisi bisnis dan menjelaskan konsekuensi tindakan manajerial yang berhubungan. Selain itu adalah untuk tujuan kesepakatan (Affirmative) atau meningkatkan tingkat keberhasilan organisasional
Pada hakikatnya, tiap sumber daya organisasional mewakili suatu investasi darimana sistem manajemen harus dapat pengembaliannya. Pengorganisasian yang sesuai dari sumber daya-sumber daya tersebut akan meningkatkan efektivitas dan efisiensi dari penggunaanya. Henry Fayol telah mengembangkan 16 garis pedoman umum yang bisa digunakakn ketika mengorganisasi sumber daya-sumber daya, yaitu :
1.    Menyiapkan dan melaksanakan rencana operasional secara bijaksana.
2.    Mengorganisasi faset kemanusiaan dan bahan sehingga konsisten dengan tujuan, sumber daya, dan kebutuhan dari per soalan tersebut.
3.    Menetapkan wewenang tunggal, kompeten, enerjik, dan menuntun.
4.    Mengkoordinasi semua aktivitas-aktivitas dan usaha-usaha.
5.    Merumuskan keputusan yang jelas, berbeda, dan tepat.
6.    Menyusun seleksi yang efisien sehingga tiap-tiap departemen dipimpin oleh seorang manajer yang kompeten, enerjik, dan tiap-tiap karyawan ditempatkan pada tempat dimana dia bisa menyumbangkan tenaganya secara maksimal.
7.    Mendefinisikan tugas-tugas.
8.    Mendorong inisiatif dan tanggung jawab.
9.    Menberikan balas jasa yang adil dan sesuai bagi jasa yang diberikan.
10.  Memfungsikan sanksi terhadap kesalahan dan kekeliruan.
11.  Mempertahankan disiplin.
12.  Menjamin bahwa kepentingan individu konsisiten dengan kepentingan umum dari organisasi.
13.  Mengakui adanya satu komando.
14.  Mempromosikan koordinasi dahan dan kemusiaan.
15.  Melembagakan dan memberlakukan pengawsan.
16.  Menghindari adanya pengaturan, birokrasi, dan kertas kerja.

Dalam sebuah perencanaan organisasi terdapat pembagian tenaga kerja yang diberikan pada berbagai bagian dengan tugas tertentu diantara sejumlah anggota organisasi sehingga produksi dibagi menjadi sejumlah langkah-langkah atau tugas-tugas dengan tanggung jawab penyelesaian yang diberikan pada individu tertentu. Keuntungan dan kerugian pembagian tenaga kerja adalah sebagai berikut.
Keuntungan dan Kerugian Pembagian Tenaga Kerja
Keuntungan :
1.    Pekerja berspesialisasi dalam tugas tertentu sehingga keterampilan dalam tugas tertentu meningkat
2.    Tenaga kerja tidak kehilangan waktu dari satu tugas ke tugas yang lain
3.    Pekerja memusatkan diri pada satu pekerjaan dan membuat pekerjaan lebih mudah dan efisien
4.  Pekerja hanya perlu mengetahui bagaimana melaksanakan bagian tugas dan bukan proses keseluruhan produk
Kerugian :
1.   Pembagian kerja hanya dipusatkan pada efisiensi dan manfaat ekonomi yang mengabaikan variabel manusia
2.  Kerja yang terspesialisasi cenderung menjadi sangat membosankan yang akan berakibat tingkat produksi menurun

Pola-pola kepemimpinan dari organisasi yang satu berbeda dengan organisasi yang lain. Kepemimpinan atau manajerial harus diartikan sebagai kemampuan untuk mempengaruhi dan menggerakkan orang lain agar rela, mampu dan mau mengikutii keinginan pemimpin demi tercapainya tujuan yang ditentukan sebelumnya. Menurut Chester Barnard akan makin banyak perintah manajer yang diterima dalam jangka panjang jika :
1.    Saluran formal dari komunikasi digunakan oleh manajer dan dikenal semua anggota organisasi
2.  Tiap anggota organisasi telah menerima saluran komunikasi formal melalui mana dia menerima  perintah
3.    Lini komunikasi antara manajer bawahan bersifat langsung
4.    Rantai komando yang lengkap
5.    Manajer memiliki keterampilan komunikasi yang memadai
6.    Manajer menggunakan lini komunikasi formal hanya untuk urusan organisasional
7.    Suatu perintah secara otentik memang berasal dari manajer

http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/kewirausahaan/bab11-dasar_dasar_pengorganisasian.pdf
https://books.google.co.id/books (Yayasan Trisakti, Dasar Dasar Manajemen: Penerbit       Grasindo)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar